Pelangi

Kuning menjingga di kala sang surya mulai menampakkan keemasan cahayanya
Biru haru langit yang mengiasinya … mendanparkan aku disudut waktu
Merah menyala kala aku berada ditengah cahaya yang meninggi
aku putih … aku hitam  … aku tidak dengan abu-abu …
segala cahaya ..segala cela … segala murka ..segala yang ada
aku … kamu… kau … dan dia …
hijau …
kau lumpurkan hijau dihatiku …
kau siramkan kesegaran hijaumu …
hijau sejukkan hatiku …

ungu kelabu haru membiru menyala merah seceria biru …
hitam kelam coklat tertanam membeku mati dan putih …
kuning melangit menganga jingga … diam dan mati …

dingin putih menghiasi pagi ini lagi …
samar-samar merah muda di hati …
tak sama … dan tak pasti … mengeras lagi …
hijau ku … hijau segarku …
hijau ku tumbuh dan layu …
hijau mati dan berabu …
tumbuh hijau dan membaru …
hijau biru jingga cinta ku …
menyala padam dan melayang diam
h i j a u …
temani tumbuh hari - hari ku

One Response to “Pelangi”

  1. Botax Sengsara Says:

    neeng bagus buanget seh puisi na salut deh buat si neng, kapan yah abang bisa kayak si neng bikin puisi nyang kayak gitu ?? si neng sih ga mau ngajarin :((

Leave a Reply