Archive for June, 2006

MeSsAge II

Monday, June 26th, 2006

Aku laksana sehelai bulu dipadang pasir maha luas
yang disapu badai, angin, panas melayang kesana kemari
Tak tentu arah…
Adakalanya hinggap di pohon kaktus namun sedikitpun
Tak memberi rasa nyaman,bahkan menyakitkan
Diujung waktu dan entah kapan sehelai bulu ini menjadi
bagian dari pena yang dapat memberikan kebahagiaan
bagi sang penyair "

Where you are

Monday, June 26th, 2006

There are times I swear I know you’re here
I forget about my fears, feeling you my dear
Watching over me, my hope sees
What the future will bring
When you wrap me in your wings and take me

Where you are
Where you and I will be together once again
We’ll be dancing in the moonlight just like we used to do
And you’ll be smiling back at me Only then will I be free
When I can be where you are And I can see your face, your kiss I still can taste
Not a memory erased Oh how I can see your star shining down on me
And I’d do anything If I could just be right there

Oh baby there are times when selfishly
I’m wishing that you were here with me
So I can wipe the tears from your eyes and make you see
That every night when you’re dreaming
I’m here to love you from afar
And anytime i feel the love
I’ll close my eyes and dream of where you are

Musuh TerBesar

Monday, June 26th, 2006

Mungkin kata yang pas adalah “ Musuh terbesar ku adalah orang yang kusayangi”
Berapa banyak kata yang bermakna untuk mengungkapkannya..bahwa kau perlu tau
“Setitik nyawanya adalah harta satu-satunya yang kumiliki”
Tapi keberadannya membuat aku benci terhadapnya, benci dengan peraturannya, benci terhadap sikapnya,benci dengan kekokohan pribadinya segalanya yang ada dalam hidup dan dirinya ….sungguh beruntungnya dia memiliki satu malaikat yang selalu berada dalam sampingnya yang selalu iya buang sia-sia….yang tak pernah dia perhatikan …..
Tak banyak kata yang bisa diungkapkan jika dia sangat aku banci seumur hidup ku.”Tapi aku punya apa”…dia yang akan selalu akan kubanggakan nantinya, dan tak akan ada kedua kalinya dalam kehidupanku jika dia sudah tidak  ada disampingku dan padang-padang yang selama ini menemaninya…
Saat-saat ini kau menyesal terhadap hidup mu…”tapi kau bias apa “ bisa menyalahkan waktu…..waktu yang sudah kau jalani dan kau sepelekan…..itu yang membuat aku “ semakin membenci dan terus membeci” Tapi kuasa ku adalah bahwa aku “ sangat mengasihi mu “ sangat membutuhkan engakau sebagai Atap yang selama ini meneduhkan padang-padang yang selama ini kau tempati.
Hey …ayolah buka mata mu lebar-lebar…dulu saja kau berkata jangan aku sampai aku terjatuh pada jurang yang dalam ..sedangkan engkau sekarang hanya terpleset saja sudah merasa SALAH……kau bisa apa ….Malaikat mu menangis termenung dimalam hari dan iya berkata….”Mengapa Harus Aku..” aKu yang terperosok saat ka terjatuh…..dan merasakan hal yang sama tapi apa? inilah…nyatanya …malaikat hanya bisa menangis …”Tell Me is Real” bukan mimpi …bukan
Teriak pun sudah tak bisa..kata-kata saja sudah tebata-bata….tak percaya saja bahwa “musuh terbesarku adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku “malaikat..malaikat…jangan bersedih…itu akan membuat aku makin tak kuat berdiri jika kau tak mampu menjalaninya…..peri-peri kecil hanya ikut menangis saja..aku hanya bisa merintih…perih..perih…karena “Aku bisa apa “mungkin hanya “ kasih dan pengharapan saja “ tapi semakin aku membenci semakin aku tau…bahwa betapa besar jika aku kehilangannya..dia tak’an kembali untuk keduakalinya dan tak akan bisa memberiku untuk aku marah..untuk aku semakin membencinya…karen tak seorang pun yang akan seperti dia “Manusia yang membuat aku membencinya “ mungkin malaikan saja yang selalu setia …bahkan peri-peri kecil itu hanya bisa melihat dan berkata ….”Aku yakin aku juga membencinya..” tapi dia yang membangun padang ini dan memberi arti hidup “ walau sisa-sisa yang dia berikan hanya akar kebencian…tapi akar kebencian itu yang mebuat aku dan peri kecil ini semakin tau …Tau cara bagaimana mengasihinya ..sampai dia kembali di pelukan malaikat dan bermain bersama peri-peri kecil di pdangnya….